Thursday, 5 December 2013

DAFTAR AKREDITASI PERGURUAN TINGGI INDONESIA TERBARU

K U L I A H 2L U L U S    S M A / S M K    M A U    K E M A N A ? ? ? 
Pertanyaan yang selalu datang setelah hasil UJIAN NASIONAL diumumkan bagi Siswa/i SMA & SMK…
Kalau ditanya seperti itu, pasti akan timbul banyak jawaban :
Ada yang mau kuliah di Universitas Negeri Ternama, Ada yang mau kerja, bahkan ada yang mau melepas masa lajang.
Nahh kali ini artikel ini akan membahas mengenai yang mau melanjut kuliah aja yahhh….
Banyak yang bertanya, bagaimana sih memilih kampus dan jurusan yang bagus???
Mungkin untuk memilih jurusan yang baik itu ada beberapa hal :
1. Sesuai dengan yang kita ampuh
2. Pilihlah jurusan yang tidak hanya dicari di dunia kerja pada saat ini saja, tapi pilihlah yang kira-kira bakal sangat dibutuhkan saat kamu menyelesaikan kuliah kelak.
Nah kalau untuk masalah memilih kampus yang baik. Salah satu tolak ukurnya adalah   ” A K R E D I T A S I “.
Supaya kamu kelak tidak menyesal saat tamat kuliah, lebih baik dari saat ini kamu mencari info mengenai akreditasi kampus yang ingin kamu jadikan tempat menimba ilmu.
K U L I A H
INGAT …
Yang di Akreditasi bukan kampus nya,
tapi yang di Akreditasi adalah Fakultas nya…
Berikut saya sediakan Link untuk melihat AKREDITASI SELURUH FAKULTAS di INDONESIA yang sudah terdaftar akreditasinya di BAN-PT ( BADAN AKREDITASI NASIONAL – PERGURUAN TINGGI )
Website BAN-PT tersebut ter-update setiap hari, jadi kita bisa memperoleh hasil yang lebih akurat.
Cara mencarinya :
Bagi yang belum tahu Wilayah Kopertis, berikut saya berikan pembagian Wilayah Kopertis di Indonesia :
I. Kopertis Wilayah 1 :
     NANGROE ACEH DARUSSALAM , SUMATERA UTARA 
II. Kopertis Wilayah 2 :
      SUMATERA SELATAN , LAMPUNG , BENGKULU , BANGKA BELITUNG
III. Kopertis Wilayah 3 :
       DKI JAKARTA
IV. Kopertis Wilayah 4 :
      JAWA BARAT , BANTEN
V. Kopertis Wilayah 5  :
      DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
VI. Kopertis Wilayah 6 :
       JAWA TENGAH
VII. Kopertis Wilayah 7 :
        JAWA TIMUR
VIII. Kopertis Wilayah 8 :
         BALI , NUSA TENGGARA BARAT , NUSA TENGGARA TIMUR
IX. Kopertis Wilayah 9  :
        SULAWESI SELATAN , SULAWESI TENGGARA , SULAWESI TENGAH , SULAWESI UTARA , SULAWESI BARAT , GORONTALO
X. Kopertis Wilayah 10 :
       SUMATERA BARAT , RIAU , JAMBI , KEP. RIAU
XI. Kopertis Wilayah 11 :
        KALIMANTAN SELATAN , KALIMANTAN BARAT , KALIMANTAN TIMUR , KALIMANTAN TENGAH
XII. Kopertis Wilayah 12 :
          MALUKU , MALUKU UTARA , PAPUA , IRIAN JAYA BARAT
Jadi sudah tahu kan Akreditasi kampus & Fakultas yang ingin kamu cari???
Semoga artikel ini dapat berguna bagi kamu agar tidak salah dalam memilih kampus.
Tanpa berpanjang-panjang (karena takut kepanjangan)  ayo kita lihat apa saja tips yang bisa dilakukan ketika menjelang sehari atau pas pelaksanaan tes.
1.      Udah tau dimana posisi tempat kita mau perang
Ini penting kawan. Paling tidak sehari atau dua hari sebelumnya kita sudah tahu tempat kita mau berperang (baca : membantai soal-soal tes). Ini penting juga buat kawan-kawan yang berasal dari luar kota dan kurang tahu medan pertempuran. Buat yang nginep di rumah saudara atau teman atau lain-lain diharapkan untuk main dulu ke TKP. Ya, sekedar liat-liat aja, syukur-syukur bisa tahu posisi duduk kita. Tapi biasanya mah kalau tesnya di sekolahan, denah posisi duduk biasanya dipasang pada sore hari karena paginya biasanya sekolah seperti biasa.
download
2.      Pastikan senjata perang sudah lengkap beserta amunisinya
Nah, ini nih yang patut kita perhatikan. Mau perang itu butuh senjata dan amunisi yang lengkap. Jangan sampai waktu kita habis karena pinjam senjata ke orang lain. Dan biasanya hal ini pun dilarang ketika pelaksanaan tes. Kawan tau kan maksud senjata disini. Yap, kayak pensil 2 B, pulpen, alas buat lembar jawaban (biar ngga lecek). Dan yang terpenting persyaratan administrasi seperti surat tanda lulus, foto copy ijazah (buat yang udah ada, tapi biasanya belum keluar dan biasanya pake SKHUN dulu), foto copi identitas, dsb.
Pencil_and_Eraser
3.     Jangan makan yang pedas-pedas atau asem-asem
Apa hubungannya ini sama tes SBMPTN ? sebenernya ngga terlalu nyambung juga sih. Tapi kita coba sambung-sambungin aja ya. Nah, jawabannya adalah karena takutnya di hari H kita malah sakit perut (baca : diare dan mencret-mencret). Bisa berabe nih urusannya kalau begini. Sayang kan ketika kita lagi ngerjain soal tiba-tiba perut mules dan pengen ke toilet. Waktu jadi habis buat pulang pergi ke belakang. Konsentrasi pun jadi buyar. Yang ada semua materi yang kita hafal menghilang seketika karena kita tidak fokus.
images
4.      Minta didoain
Seberapa siap apapun kita kalau Allah tidak menghendaki berhasil, ya ngga bakalan berhasil. Barangkali dengan di doa’in sama orang kita bisa lebih tenang hati dan prima dalam menjawab soal-soal. Dan do’a yang terpenting adalah doa orang tua kita (terutama Ibu). Bagusnya mah kita minta maaf ke beliau atas segala kesalahan kita selama ini dan mohon doa restu darinya. Bukankah, “ridho Allah terletak pada keridhaan kedua dan kemurkaan Allah itu terletak pada kedua orang tua. Kalau orang tua udah ridha Allah pun akan memberikan keridhaannya pada kita. Terus jangan lupa minta do’a dari guru-guru kita. Minta maaf juga ke beliau-beliau. Do’a teman- teman juga perlu, kawan. Baiknya kita saling mendo’akan agar diberikan kemudahan dan kelancaran.
images (1)
5.      Mendekat ke Allah
Penting banget nih kawan. Kenapa emang ? Ya ia lah, wong kita itu mahluk lemah yang tak berdaya. Sementara Allah adalah pemilik segala sesuatu, dan yang maha menguasainya. Termasuk diri kita. Jangan sombong !. Mentang-mentang kita udah latihan soal, belajar abis-abisan kita jadi lupa ke Allah. Astagfirullah, Naudzubillah. Kalau kata ustadz Yusuf Mansur mah “Allah dulu, Allah lagi, Allah terus”. Sebelum belajar, dan sebelum memilih jurusan minta petunjuk ke Allah (lewat istikharah), habis itu pas pelaksanaan tes do’a dulu ke Allah semoga diberi kemudahan dan mendapat yang terbaik. Habis itu serahkan deh hasilnya ke Allah. Kita jangan sekali-kali mengandalkan kemampuan kita dan berharap ke mahluk. Karena ujung-ujungnya ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan biasanya kita kecewa. Kalau semuanya diserahkan ke Allah, apapun bisa jadi baik, karena Dial ah yang maha tahu apa yang baik buat hambanya.
Kencengin tuh shalat duha, sedekah, qiyamul lail, baca qur’an, puasa dll. Siapa tahu dengan berkah dari amalan kita Allah memberikan jalan kemudahan.
sujud
6.      Bawa makanan atau air minum dari rumah
Pengerjaan soal membutuhkan pemusatan pikiran yang ekstra. Oleh sebab itu energi di tubuh kita terkuras. Nah, buat mensiasati nya kita butuh makanan kan. Biasanya disekitar tempat tes banyak pedagang yang menjajakan dagangannya berupa snack, atau minuman. Kalian bisa beli di sana (tentunya pas jam istirahat). Atau lebih baiknya sih disarankan buat bawa dari rumah. Selain menghemat uang, bisa juga menghemat waktu. Mendingan pas jam istirahat kenalan sama peserta tes lain. Biar sama-sama memotivasi.
images (2)
7.      Abis itu persiapan lagi buat tes yang lain
Nah, ini juga penting. Kita kan tidak pernah tahu kemungkinan apa yang akan terjadi nanti. Siapa tau kita tidak diterima di PTN impian kita. Kita pun harus persiapan lagi menyiapkan senjata untuk mengikuti tes lainnya. Misalnya kata Ujian Mandiri, SPMB Nusantara, dan lainnya. Ini penting buat jaga-jaga aja. Mudah-mudahan sih bisa tembus pas SBMPTN. Amin
tumpukan buku
Itu mungkin tips yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Dan kawan-kawan mendapatkan hasil yang terbaik. Bukan menurut kawan-kawan, tapi menurut Allah. Karena yang terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Dan begitupun sebaliknya. Sekali lagi pesan saya. “Jangan berharap ke mahluk, karena ujung-ujungnya menyisakan kekecewaan” (di dapat dari senior).

Good Luck 
Seiring perkembangan zaman, maka tuntutan pun semakin tinggi. Mulai dari tuntutan gaji, tuntutan pekerjaan, dan sebagainya. Pekerjaan semakin sulit untuk di dapatkan. Sehingga, banyak orang yang memutuskan untuk berwirausaha. Kini, pekerjaan sebagai pengusaha kian diminati dan mulai bergengsi.
Tapi, tahukah anda apa pekerjaan yang paling berprospek mulai tahun 2011-2015?
Prospek kerja saya bagi menjadi 2 kategori yaitu Sudut Pandang  Perusahaan, dan Sudut Pandang Kewirausahaan.
PROSPEK KERJA BERDASARKAN SUDUT PANDANG PERUSAHAAN
1. TEKNOLOGI PANGAN
Negara-negara berkembang (khususnya asia tenggara), semakin banyak yang berorientasi pada pasar industri. China mengembangkan industri pakaian. Thailand mengembangkan insutri pariwisata. Dan, indonesia mengembangkan industri rupa-rupa (mulai dari otomotif hingga makanan).
Industri makanan.
Anda tahu rantai makanan? Ya, itulah pelajaran yang anda dapatkan sewaktu di bangku SD. Rantai makanan tak hanya berlaku bagi hewan, namun juga manusia. Industri makanan tak akan mati. Setiap orang butuh makanan. Ini menjadi dasar pendirian industri makanan. Setiap tahunnya perusahaan membutuhkan ribuan tenaga kerja untuk industri ini. Nah, salah satunya adalah fresh graduate sarjana teknologi pangan (selain teknik manufaktur, maupun teknik kimia).
Kampus yang memiliki jurusan ini diantaranya adalah:
Jabodetabek : IPB, Universitas Sahid, UPH, Swiss German University.
Bandung : Unpad, Unpas.
Semarang : Unika Soegijapranata.
Surabaya : UPN Jatim, Unika Widya Mandala.
2. SISTEM INFORMASI
Sekarang adalah era digital, dimana setiap informasi begitu penting dan berharga. Perusahaan-perusahaan memang selalu membutuhkan teknologi informasi agar up-to-date. Tah heran pada tahun 2005-2006, Teknik Informatika begitu populer dikalangan lulusan SMA. Mereka berbondong-bondong mendaftar di jurusan TI. Mulai dari PTN (ITB, ITS) sampai ke PTS (Binus, Gunadarma).
Namun kini TI tak lagi sepopuler dulu. Karena lulusan TI sudah semakin banyak. Universitas yang membuka program studi TI pun juga semakin banyak. Sementara lapangan kerja hanya membutuhkan beberapa orang saja.
SI lah yang menjadi penggantinya. Ya, Sistem Informasi.
SI mempelajari dengan arus informasi yang mengalir dalam sebuah sistem (baik di perusahaan maupun organisasi non-profit). SI dari dulu memang sudah dibutuhkan, namun baru populer mulai tahun 2008. Malah tahun 2010, SI mulai kebanjiran peminat. Akan tetapi SI tidak gampang meredup seperti TI, karena SI memiliki spesialisasi tertentu, misalnya Sistem Informasi Manajemen, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Hukum, dan sebagainya.
3. MANAJEMEN BISNIS & MANAJEMEN BISNIS
Sarjana manajemen bisnis. Inilah kata-kata yang kita sering temukan 2 tahun terakhir. Universitas berlomba-lomba membuka “program studi bisnis”, dengan motto “enterpreneurship”.  Bisnis bak jadi kacang goreng dalam pendidikan.  Pendidikan pun menjadi kacang goreng bagi bisnis.
Para perusahaan pun juga tak tinggal diam. Mereka membuat daftar nama universitas yang menjadi buruan mereka. Tak ayal lagi nama-nama tenar seperti Prasetiya Mulya atau SBM-ITB pun jadi incaran HRD.
Sementara itu program Magistem Manajemen (MM) juga menjadi daya tarik bagi para karyawan (terutama bagi yang ingin dipromosikan naik jabatan). MM yang paling tinggi peminatnya adalah Manajemen Strategi. MM ini selalu dibutuhkan perusahaan, baik perusahaan biasa apalagi yang multinasional. Jadi, seandainya anda berminat mengambil MM, jangan kaget apabila anda harus merogoh Rp 60-100 juta selama 4 semester.
Kampus yang memiliki jurusan S1 manajemen bisnis adalah:
Jabodetabek : PPM School of Management, Prasetiya Mulya, President University, Swiss German University, SBM-ITB Jakarta.
Bandung : SBM-ITB.
Semarang : Universitas Ma Chung.
Yogyakarta : Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Surabaya : Univ. Ciputra, Univ. Kristen Petra.
Kampus yang memiliki jurusan S2 manajemen strategi:
Jabodetabek : UI, UGM Jakarta, PPM School of Management, Prasetiya Mulya, SBM-ITB Jakarta.
Bandung : SBM-ITB.
Yogyakarta : UGM.
PROSPEK KERJA BERDASARKAN SUDUT PANDANG KEWIRAUSAHAAN
1. PENDIDIKAN DOKTER GIGI
Memang tak bisa dipungkiri bahwa ilmu medis selalu mendatangkan keuntungan besar. Wajar saja bisa dibilang begitu. Untuk mencetak seorang dokter gigi dibutuhkan biaya Rp 75-300 juta (75 juta untuk PTN dan 300 juta untuk PTS).
Keuntungan yang didapat seorang dokter gigi umum sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari dokter umum. Untuk pemeriksaan kesehatan gigi umum saja, dokter gigi dapat meraup minimal Rp 100.000/pasien. Untuk penambalan gigi + pembersihan karang gigi + perawatan gigi, dokter gigi mendapat kurang lebih Rp 300.000 /pasien (bahkan lebih, tergantung tempat praktek). Inilah yang membuat animo calon mahasiswa kedokteran gigi tetap laris manis setiap tahun.
2. PENDIDIKAN DOKTER
Sebelum tahun 2005, pendidikan dokter jadi primadona. Orang tua calon mahasiswa sibuk mendaftarakan anaknya di fakultas kedokteran. Setelah lulusan ujian nasional, sang anak belajar mati-matian agar lulus SNMPTN. Tak dapat UI, Uncen (Papua) pun jadi. Sungguh ironis memang. Sekolah kedokteran malah jadi obralan bisnis pendidikan zaman sekarang.
Namun mulai 2006 hingga 2010, gemerlap studi pendidikan dokter mulai meredup. Peminatnya tak sedahsyat dulu. Terkalahkan oleh Pendidikan Dokter Gigi. Tapi pendidikan dokter tetap menjadi ladang bisnis yang subur apabila melanjutkan pendidikan ke program spesialis.
Segala sesuatu yang manis harus berawal pahit, layaknya metamorfosis. Sekolah kedokteran sangat sangat teramat mahal. Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak satu orang dokter umum kurang lebih Rp 100-500 juta (100 juta untuk PTN dan 500 juta untuk PTS). Jika ditambah dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) biayanya berkisar antara Rp 80-120 juta selama 4-5 tahun. maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 180-620 juta dalam kurun waktu 10-12 tahun. Angka yang fantastis!
Oleh karena itu anda tak perlu heran jika ada dokter spesialis yang memiliki pendapatan Rp 75-300 juta/bulan. THIS IS THE FACT!
Menentukan jurusan kuliah termasuk salah satu keputusan besar dalam kehidupan seseorang. Pasalnya, keputusan tersebut biasanya berpengaruh besar bagi perjalanan karier dan masa depan seseorang.

Jadi, bagaimana caranya memilih jurusan yang tepat?

Melalui Indonesia Mengglobal, Alicia Kosasih berbagi tips praktis. Kandidat BSBA Boston University di bidang Manajemen Teknologi dan Operasi itu mencatat ada lima hal penting yang harus diperhatikan untuk memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat seseorang.


"Deciding Your Major: Finding Your Own Equilibrium of Academic Life"

Hello everyone!

Perkenalkan, nama saya Alicia Kosasih, but you can call me Alicia for short. Saat ini saya adalah sophomore (murid tahun kedua) di Boston University dengan jurusan Finance dan Operations & Technology Management.  Ketika saya menulis artikel ini, cuaca Boston lagi bagus-bagusnya. Musim dingin tahun ini boleh dibilang cukup hangat dan jarang banget (boleh dibilang hampir ngga pernah) turun salju. Bandingkan dengan tahun lalu dimana di waktu siang-siang bolong aja cuacanya bisa mencapai -10 derajat Celcius dan tinggi tumpukan salju yang turun mencapai lebihdari 17 inci .. astaga!

Mungkin banyak dari kalian yang bingung kenapa saya memulai tulisan ini dengan random blabbing saya tentang musim dingin. Bagi saya, sangatlah penting untuk memilih major (jurusan) yang tepat. Ibaratnya, don’t be like seasons which always constantly change. And you want to have your college days bright and sunny instead of dark gloomy days like in the winter – only because you ended up picking the wrong major.

Bagi sebagian besar dari kita, menentukan jurusan mungkin jadi salah satu keputusan terbesar yang harus kita buat ketika kita akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik itu langsung masuk ke Universitas atau menempuh jalur 2+2 di Community College.  In my perspective, jurusan yang nantinya akan kita tekuni itu akan menjadi suatu framework yang akan mengubah hidup kita secara keseluruhan. Seiring kamu menekuni suatu bidang, banyak hal yang akan berubah,. Mulai dari cara pandang kamu melihat dan memecahkan suatu masalah, networks yang akan kamu bangun seiring kuliah, level of exposure terhadap suatu bidang yang harus kamu hadapi setiap hari, bahkan bagaimana kamu akan mengisi sebagian dari waktu luangmu! Di artikel ini, saya akan berusaha share apa saja faktor-faktor yang harus kita pertimbangkan saat memilih jurusan dan juga apa yang bisa kamu lakukan setelah kamu udah menentukan pilihan. So…here we go!

1. How can I decide my major?

If I can only answer this question in three words, my answer will be: Know yourself better.

Saya sepenuhnya percaya bahwa hanya diri kita yang paling mengerti apa yang terbaik buat kita. Disini, I think this will be a good time for me to reveal a bit more about myself. Ketika saya diterima di Boston University, Finance dan Operations & Technology Management bukanlah jurusan pilihan awal saya. Can anyone guess what was my initial choice was? Hampir semua teman-teman yang baru saya temui di Boston ngga pernah menyangka kalau dulunya saya adalah murid jurusan…Biochemistry. Ya, Biochemistry. Sangat berbeda kan sama bidang yang saya tekuni sekarang? Ketika saya memutuskan untuk beralih jurusan di tengah semester kedua, saya tahu bahwa itu merupakan salah satu keputusan terbesar yang pernah saya ambil. Sebuah pilihan yang akhirnya berhasil saya buat setelah mempertimbangkan banyak sekali hal. Namun, saya sama sekali tidak merasa menyesal dengan apa yang telah saya putuskan. Saya belajar dari pengalaman bahwa mampu mengenali what you actually want to do in future years is crucially essential for your future.  Here, it is no secret that switching majors are common practices among college students. Tapi saya merasa akan lebih baik kalau kamu memang udah mantap dengan pilihannya sejak awal, sehingga kamu bisa menyusun rencana-rencana yang akan kamu lakukan selama kuliah.

Lantas apa saja faktor yang harus kamu pertimbangkan ketika akan memilih jurusan? Bagi saya, ada lima faktor utama yang tidak boleh ditinggalkan ketika kamu akan membuat keputusan: Passion, Talent, Motivation, Personal Values, and Future Expectations. Let’s go through each one of them briefly, shall we?

Passion
Menurut saya, passion adalah salah satu faktor yang paling penting ketika kita mau memilih suatu jurusan. Bayangkan kalau kamu harus stuck menekuni jurusan yang sama sekali tidak kamu sukai selama empat tahun! Isn’t that a torture? Tentunya itu bukan sesuatu yang mau kamu alami di masa-masa kuliah. Your four years of college should be the times when you shape your identity, integrity, and perspectives on world issues. Waktu kuliah akan sama sekali jadi ngga menarik kalau kamu melakukannya karena terpaksa.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa kamu jadikan sebagai checklist. Bukan hal yang mudah, memang, untuk menentukan satu jurusan yang bisa accommodate all our wishes, tapi semoga beberapa pertanyaan ini bisa membantu kamu:

– Kegiatan apa yang menarik bagi kamu untuk berpartisipasi di dalamnya?
Sama halnya seperti kebanyakan Universitas di Indonesia, semua perguruan tinggi di Amerika punya beragam gerakan mahasiswa di lingkungan kampusnya. Di kampus saya, Boston University, ada lebih dari lima ratus (ya, lima ratus!) student organizations and movements yang bisa kamu ikuti. Jangan takut kalau kamu merasa pilihan jurusan kamu tergolong eksentrik, seperti misalnya criminal justice, entomology, atau public policy. Salah satu keunggulan pendidikan di Amerika menurut saya is its limitless choice of majors.  Apapun jurusan yang muncul di pikiran kamu, biasanya pasti akan ada universitas disini yang menyelenggarakan program seperti itu. Budaya student organizations di Amerika juga sangat kuat, dan biasanya mereka punya peranan yang penting dalam membangun koneksi juga pengetahuan berdasarkan major yang kamu geluti.

 – Ketika kamu nonton TV, baca majalah, atau bolak-balik artikel di koran, artikel apa yang paling menarik buatmu?
This is no joke. Hobi baca berita tentang celebs or juicy gossips bisa dipandang dari sisi positif loh! Entertainment aside, bisa saja itu artinya kamu tertarik di bidang pertelevisian dan jurnalistik. Seperti yang saya gambarkan sebelumnya, U.S. Education System has every single major you can ever think of. Salah satu program paling populer di kampus saya adalah jurnalisme dan pertelevisian – dan tentunya kita tahu bahwa Amerika punya salah satu pusat industri perfilman termaju di dunia. Buat saya, salah satu cara paling gampang mengenali interest kita adalah berita apa yang pertama kali kita buka ketika kita lagi browsing for news, regardless of whether it is on the web, TV, radio, magazines, or papers.  This might be a good way to start identifying your personal interest in a specific major.

– Apa kamu tipe orang yang suka bekerja sendiri atau suka bekerja dalam kelompok?
Apa kamu merasa kamu lebih nyaman bekerja sendiri, atau kamu suka bekerja sama kelompok dan terlibat dalam banyak team projects? Tentunya hal ini bergantung banget sama each person’s personality. Sama seperti di Indonesia, business, hospitality, and communication majors do massive amount of teamwork assignments dan pure science majors such as Physics, Biology, or Chemistry lebih banyak menekankan ke pemahaman teori. Atau mungkin kamu suka menghabiskan waktu melakukan banyak eksperimen di lab? If that is the case, biomedical engineering, electrical engineering, biochemistry, or food science might suit you well. Saya rasa faktor ini juga cukup penting, karena semakin tinggi level kelas yang harus diambil nantinya, semakin spesifik apa saja deliverables yang harus kamu selesaikan in order to pass the course. Kamu bakal banyak encounter projects, researches and group assignments, which means you’ll spend most time either working alone or in groups.

– Apa pelajaran favoritmu di SMA?
This is definitely the easiest parameter for everyone. Nah, mungkin disini waktunya buat saya untuk share soal breaking the stereotype. Mungkin banyak dari kita yang berpikir kalau SMA-nya masuk jurusan IPA, waktu kuliah harus ambil jurusan yang berbau IPA, and IPS-wise. Dulu saya termasuk dalam orang-orang yang percaya ke kategori ini. That is not a rule! Realitanya, banyak kok mereka-mereka yang memilih jurusan yang sama sekali berbeda dengan apa yang mereka pelajari pas SMA. IPA people doing business majors are a classic example. Bahkan, sepupu saya dulunya merupakan lulusan Jurnalistik ketika ia selesai dengan undergraduate studiesnya. Guess what she did for her masters? Ahli anestesi. Terdengar ajaib ya. She gave me a real life example that as long you have the determination to do whatever you want, nothing is impossible. Jadi, jangan memandang IPA-IPS sebagai ‘patokan harga mati’ yang nantinya membatasi pilihan jurusan kamu. Still, it is a good question to help you decide.

– What does your dream job look like?
Tentunya semua orang punya ekspektasi ideal tentang dream jobnya. Nah, impian kamu ini bisa kamu jadikan sebagai motivasi dalam memilih jurusan. Isn’t it fun when you do things that might lead you to achieve your dream?

Talent
Coba kamu nilai dirimu sendiri dalam hal performance dan prestasi di sekolah. As you might have known, college level courses will give you lots of assignments and readings due, jadi pastinya kamu juga harus lebih bisa me-manage waktu dan kemampuan kamu supaya nggak ada tugas yang keteteran. Try asking yourself, hal apa aja yang udah kamu berhasil lakukan di sekolah, baik itu dari sisi akademis maupun non-akademis seperti OSIS, jadi event organizer untuk sports competition, ketua dari fund raising project, atau misalnya pernah menjabat jadi ketua klub di sekolah kamu. Penghargaan apa yang pernah kamu raih, dan di bidang apa? Apa kamu merasa kamu lebih baik dalam mengerjakan suatu bidang, seperti misalnya mendesain eksperimen, solve numerical problems, mendesain softwares and applications, meliput berita, membangun small businesses, atau communicating with other people? Selain itu, kebiasaan kamu belajar juga boleh jadi bahan pertimbangan. Apa kamu tipe yang lebih suka keluar dan berkomunikasi dengan orang lain atau sanggup duduk berjam-jam dan menyelesaikan assignments sendiri? Biarpun kesannya hal-hal ini kurang ada kaitan dengan memilih jurusan, sebenarnya menurut saya ini juga lumayan penting. It is undeniable that people in general will perform better in a specific field if they have a talent in it (with a dash of motivation and passion, of course.)

Motivation
In my perspective, motivation is one of the driving forces of life. Sulit rasanya buat saya kalau disuruh membayangkan kuliah tanpa motivasi, tanpa tujuan, tanpa arah yang jelas setelah lulus kita mau apa. Selama ini saya sempet ketemu beberapa teman disini yang hampir setiap hari mengeluh mereka udah nggak punya motivasi lagi untuk kuliah. Alasannya sederhana: mereka merasa salah pilih jurusan. You will not ever, ever want that to happen. Ketika kamu berhasil membuat beberapa nominasi jurusan yang kamu minati, coba kamu bertanya pada diri sendiri: apa yang memotivasi kamu untuk memilih jurusan itu? Apakah pilihan kamu murni didasari oleh minat, bakat, dan personal values kamu? Atau kamu memilih jurusan itu hanya semata-mata tekanan dari orang tua atau teman-teman sekitar? Tentunya kamu pasti pernah mendengar orang-orang yang akhirnya end up di jurusan yang kurang mereka sukai, hanya karena sebagian besar teman-teman dekatnya memutuskan mau mendalami jurusan itu.

Second, kadang-kadang alasan kita memilih satu jurusan itu is simply based on public opinion that this major you’re considering is the “right” thing to do. Menanggapi pemikiran ini, mungkin saya akan counter dengan jawaban, “apa yang menurut sebagian besar orang benar, belum tentu itu pas dengan apa yang sebenarnya saya mau dan butuh, kan?” it all goes back to knowing yourself better. One thing to keep in mind though, motivasi menurut saya adalah salah satu faktor terpenting yang harus kamu pikirkan. Kamu harus yakin dan bisa pastikan bahwa motivasi itu bakal tetap menyala selama kamu melewati empat tahun menggeluti bidang tersebut.

Personal Values
Now let’s think about some values and principles that are guiding your life and orchestrates the way you see the world. Disini, mungkin konsep yang mau saya share bakal lebih gampang kalau langsung digambarkan dengan contoh. For example, take Environmental Science. Buat saya, contoh ini menarik karena bidang ini adalah salah satu bidang yang banyak menggabungkan ilmu eksakta dan moral values dalam analisisnya. When we were discussing on issues of development, the concept of urbanization came up. In order for an urban area to expand and grow, some lands and trees need to be sacrificed so buildings can be constructed. Jika kamu diberi dua pilihan antara menghilangkan daerah hijau supaya pembangunan bisa terus maju atau mempertahankan lahan alami tersebut, mana yang akan kamu pilih? Bagi sebagian orang, mungkin bagi mereka urbanisasi lebih penting, dan mereka ngga keberatan kalau pohon-pohon ditebang semua. Akan tetapi, ada pihak yang lebih mementingkan adanya lahan hijau. Believe it or not, personal values juga punya peranan penting ketika kamu nanti terjun ke suatu jurusan. Apa yang menurut kamu adalah benar, bisa jadi sebaliknya di beberapa jurusan. Tentunya bakal sulit bagi kita untuk menjalani suatu jurusan yang nilai-nilainya kurang sesuai dengan personality  & personal values kita. Try to make your personal values match with the requirements and outcomes of your potential major (and future career as well.)

Future Expectations (& Realities)
Buat saya, mencari keseimbangan di faktor ini yang paling sulit. And this is simply because it is often when we found a balance between motivation, talent, and passion, reality tends to move in an opposite direction. I have three classic examples for this. Pertama, ada dari kita yang sangat tertarik sama suatu major, tapi dia sadar bahwa kemampuannya kurang cocok untuk mendalami bidang itu. Kedua, ada lagi orang-orang yang sebenarnya punya kemampuan yg cukup di suatu bidang, tapi mereka nggak begitu tertarik untuk ambil major tersebut.  Dan yang ketiga, ada kasus dimana seseorang punya kemampuan dan minat, tapi mereka tahu bahwa kesempatan untuk berkarir di bidang ini (and earn sufficient amount of money) sangat tipis, khususnya di Indonesia setelah ia pulang dari Amerika. To be honest, this is still a puzzle I’m trying to solve. Buat yang satu ini, mungkin bahan pertimbangan terbaik adalah bagaimana kamu membayangkan masa depanmu sendiri. Apa kamu akan kembali ke Indonesia setelah kamu lulus, atau kamu berencana stay di Amerika, atau kamu ingin menempuh karir di negara lain? Setiap negara biasanya punya employment chance and preferences yang cukup spesifik.  Oleh karena itu, apa rencana kamu di masa depan bisa dijadikan hal penyeimbang dengan keputusan kamu terhadap a certain major.


2. I've made my decision! (…or maybe not.) What can I do next?

Kalau kamu akhirnya berhasil come up with one major or two of your choice, hal termudah pertama yang bisa kamu lakukan adalah browse universities atau colleges yang bisa mengakomodasi pilihan kamu. Google-ing for information is a good way to start, selain bertanya ke senior atau teman-teman yang tahu uni/college apa menyediakan jurusan apa. Biasanya ketika kamu apply, kamu akan punya opsi untuk segera menyatakan (declare) major kamu atau opsi undecided (belum memutuskan). Bagi saya, gunakan opsi yang kedua hanya jika kamu benar-benar have no idea of what to do.

Sebenarnya ada keuntungan kalau kamu sampai akhirnya memilih undecided. Positifnya, kamu diberi kebebasan selama 2 tahun pertama untuk mengeksplor berbagai macam pelajaran yang nantinya akan masuk sebagai elective requirements kamu (saya yakin pasti nanti bakal ada contributor lain yang membahas sistem grading & course requirements di Amerika). Negatifnya, terkadang kebebasan yang kamu pegang ini bisa jadi temptation untuk hilang fokus dan akhirnya sulit saat kamu harus menentukan jurusan. Biarpun kebanyakan “pelajaran resmi” dari jurusan kamu kebanyakan dimulai dari akhir tahun kedua, hampir semua jurusan pasti mewajibkan kamu mengambil semacam introductory course sebelum kamu enroll ke mata kuliah yang levelnya lebih tinggi. Kalau kamu mengambil bermacam-macam elective tanpa framework yang jelas, hal yang paling ditakutkan adalah pada saat nantinya kamu harus menentukan jurusan, bakal sulit bagi kamu karena banyak pelajaran wajib yang seharusnya kamu ambil, tapi belum kamu pelajari. Which means you will eventually spend more semesters catching up mandatory courses, and that indirectly translates to more money spent, and more time spent.

It is still possible for you to change majors before you hit junior (third) year, tapi menurut saya ada baiknya kamu tidak sampai harus mengambil keputusan seperti itu. Di awal artikel ini, I admitted that I indeed switched my major on the second semester, dari Biochemistry ke Finance dan Operations & Technology Management. Konsekuensi yang harus saya terima adalah semua Biology & Chemistry courses yang dulunya merupakan required courses untuk Biochem major, dialihkan menjadi elective requirements untuk Business major. Secara hitungan minimum credits, sebenarnya saya ngga dirugikan sama sekali karena ngga ada satu courses pun yang mubazir. Tapi, saya harus mengambil beberapa required introductory courses supaya saya bisa pindah ke School of Management dan ambil higher level business courses. As a result, saya tertinggal satu semester dari rekan-rekan saya yang sudah mantap memilih business majors sejak semester pertama mereka.

Deciding your major is easy if you set a specific goal and you’re willing to make it happen. Find that perfect balance between passion, motivation, talent, personal values, & future expectations. You’re the only one who knows you best. Pick the right major, love it with all your will, and enjoy your fours years of college experience!


I’m absolutely open to comments and questions. Kalau kamu punya kritik apapun atau pertanyaan soal memilih jurusan, silahkan jot something down on the comment box! I’ll try my best to help and improve on my future articles. Semoga artikel ini berguna buat siapapun yang udah meluangkan waktu buat membacanya. Thanks, and until next time! – Alicia

Sejak tahun 2010 lalu Dikti telah membuat kebijakan baru mengenai seleksi penerimaan mahasiswa baru dan produk itu adalah SNMPTN Undangan. SNMPTN undangan adalah sebuah seleksi nasional bagi siswa lulusan SMA/sederajat yang ingin masuk di Perguruan Tinggi Negeri tanpa tes tulis.

Seleksinya adalah nilai raport dari semester 1,2,3,4 sampai 5 serta dari prestasi-prestasi siswa selama menempuh pendidikan pada saat kuliah baik berupa piagam-piagam dan pengargaan dari perlombaan tingkat kabupaten sampai tingkat internasional. Tidak hanya itu saja penghargaan yang berupa kegiatan ekstra kulikuler seperti kepengurusan dalam organisasi, kepramukaan, olah raga dan lain-lain bisa jadi senjata untuk menembus persaingan SNMPTN Undangan.

Buat yang buat temen-temen yang mengalami kesulitan dalam ekonomi, bisa mengajukan program beasiswa BIDIKMISI . Program BIDIKMISI tersebut gratis baik dari biaya pendaftaran, uang gedung, uang kuliah, dan mendapat biaya hidup sebesar 600 ribu selama masa kuliah ( 4 tahun ).

Berikut tips yang mungkin bisa membantu sobat dalam menembus SNMPTN jalur undangan, tips dibawah ini bukan mutlak akan menjadikan anda dengan mudah diterima PTN yang anda inginkan, karena segala sesuatu sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dan kita sebagai manusia hanya bisa berusaha sesuai dengan batas kemampuan kita.

1. Persiapkan belajar mulai dari semester awal masuk sekolah, sebab seleksi pertamanya berdasarkan prestasi akademik siswa. Jika sekolah sobat terakreditasi A peluang sobat semakin besar karena dari sekolah tersebut biasanya diambil sekitar 50% siswa terbaik.

2. Jika semester pertama dan kedua jelek, tenang saja masih ada harapan kok. Sebab pemeriksaan berdasarkan kesungguhan siswa dalam belajar ini terbukti banyak dari siswa yang diterima bukan berasal dari siswa yang menjadi juara kelas. Tapi siswa yang nilainya dari semester ke semester berikutnya terus membaik.

3. Kumpulkan piagam-piagam dan penghargaan prestasi kademik sobat yang berupa ajang perlombaan cerdas cermat, karya ilmiyah atau olimpiade itu sangat membantu (walaupun sertifikat/piagam sobat hanya sebagai peserta tapi kalau tingkat nasional bisa jadi senjata yang ampuh).

4. Jangan remehkan kegiatan ekstrakulikulir disekolah sobat baik itu kegiatan organisasi, kepramukaan, olah raga, bela diri, seni dll. Dalam dunia kampus hal-hal semacam itu sangat membantu sobat dalam memasuki dunia kampus kelak. Karena mahasiwa dituntut untuk mandiri tidak seperti siswa yang disodorkan oleh gurunya. Banyak dari temen-temen yang keterima SNMPTN undangan karena aktif dalam kegitan ekstrakulikuler.

5. Pilih Perguruan Tinggi Negeri yang sesuai dengan nilai rapot sobat, jangan terlalu muluk-muluk terhadap rasa gengsi. Sebab banyak sarjana yang menjadi pengangguran gara-gara terlalu menuruti rasa gengsinya sendiri. Sobat tentunya tahu dengan nilai dan prestasi yang ada itu mau melanjutkan kemana, sesuai dengan kemampuan sobat tentunya.

6. Terus belajar dan cari tahu jalan lain untuk keterima di Perguruan Tinggi Negeri yang sobat inginkan, sebab kalau hanya mengandalkan SNMPTN undangan peluangnya terbatas. Dalam kehidupan nyata kita pasti pernah menemukan kakak kelas yang tidak terlalu pintar tapi keterima ketimbang siswa yang pandai di kelasnya melalui jalur undangan ini. 

Kalau kita bisa kaitkan tentang peristiwa diatas maka benar kata sebauh iklan "Orang Pintar Masih Kalah Dengan Orang Bejo (Beruntung)" jadi sobat jangan iri tetap usaha, belajar terus-terusan. Ingat pepatah lama dan manjur "Man Jadda Wajada (Siapa Yang Bersungguh-Sungguh Pasti Berhasil)"

7. Berdoa dengan iklas, setelah sobat berusaha baik berupa belajar dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan. Sobat silahkan menyerahkan persoalan sobat kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebab Tuhan punya rencana yang indah kedepanya untuk masa depan sobat.

So semoga artikel diatas bermanfaat bagi kita semua, bermanfaat bagi kami maupun anda sebagai pembaca. 
Cara Membuat ReadMore atau Baca selengkapnya yang ada dipostingan blog sudah tidak asing lagi buat para blogger yang lama mengarungi dunia blogger,namun buat para blogger pemula mungkin hal itu sangat sulit dan mereka bisa saja sangat menginginkannya,hal seperti itu juga dialami saya,bahkan namanya saja dulu saya tidak tahu.
Dulu saya keliling mencari cara untuk mengetahui namanya readmore,bagaimana cara membuat readmore,lalu saya ketik di google "bagaimana caranya membuat baca selengkapnya,baca seterusnya yang biasanya ada di postingan blog" dan alhamdulillah kata kunci seperti itu juga bisa membawa saya ke Blog yang menyediakan artikel yang menjelaskan cara membuat readmore atau baca selanjutnya/baca selengkapnya.
maka dari itu saya juga ikut memosting mengenai cara membuat readmore,siapa tahu saja ada orang yang masih belum mengetahui cara membuat readmore/baca selengkapnya/baca seterusnya/baca selengkapnya.
Cara Membuat ReadMore adalah sebagai berikut:
1. Login ke Blogger.com,setelah masuk di dasbor
2. lalu klik edit html.lalu cawang Expand Widget Templates,terus cari<data:post.body/> lalu ganti dengan kode ini:

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'><br/><data:post.body/><b:else/>
<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'><div expr:id='"summary" + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb("summary<data:post.id/>");
</script> <span class='rmlink' style='float:right;padding-top:20px;'><a expr:href='data:post.url'>read more</a></span></b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'><data:post.body/></b:if></b:if>

lalu cari </head> dan taruh kode dibawah ini dibawahnya:

<script type='text/javascript'>var thumbnail_mode = "no-float" ;
summary_noimg = 250;
summary_img = 250;
img_thumb_height = 120;
img_thumb_width = 120;
</script>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function removeHtmlTag(strx,chop){
if(strx.indexOf("<")!=-1)
{
var s = strx.split("<");
for(var i=0;i<s.length;i++){
if(s[i].indexOf(">")!=-1){
s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);
}
}
strx = s.join("");
}
chop = (chop < strx.length-1) ? chop : strx.length-2;
while(strx.charAt(chop-1)!=' ' && strx.indexOf(' ',chop)!=-1) chop++;
strx = strx.substring(0,chop-1);
return strx+'...';
}
function createSummaryAndThumb(pID){
var div = document.getElementById(pID);
var imgtag = "";
var img = div.getElementsByTagName("img");
var summ = summary_noimg;
if(img.length>=1) {
imgtag = '<span style="float:left; padding:0px 10px 5px 0px;"><img src="'+img[0].src+'" width="'+img_thumb_width+'px" height="'+img_thumb_height+'px"/></span>';
summ = summary_img;
}
var summary = imgtag + '<div>' + removeHtmlTag(div.innerHTML,summ) + '</div>';
div.innerHTML = summary;}
//]]></script>

lalu simpan dan lihat hasilnya.semoga manfaat dan selamat mencoba

sumber : http://buka-rahasi.blogspot.com

Wednesday, 4 December 2013

Cara Menonaktifkan Facebook - Sepertinya di jaman yang serba canggih ini kehadiran sosial media seperti facebook ini sepertinya sudah tidak asing lagi terdengar di kalangan masyarakat. Dimana usia, jenis kelamin serta golongan-golongan tertentu pun sudah dapat memiliki akan akun facebook ini. Banyaknya fitur yang ditawarkan khususnya dalam penyebaran informasi membuat sosial media satu ini begitu banyak di gandrungi oleh semua orang. Namun setiap orang yang mempunyai akun facebok ini tidak sepenuhnya mereka merasa puas, karena ada sebagian yang merasa bahwa kehadiran akan akun facebook yang di buatnya justru malah memberikan dampak yang negatif, sebagai contoh adalah keterbukaan akan privasi atas dirinya sendiri yang tersebar luas hingga siapa pun dapat mendapatkan atas informasi privasi tersebut menjadi alasan ketidakpuasan hadirnya akun facebook ini.

Cara Menonaktifkan Facebook

Selain itu banyaknya tindak kejahatan yang marak terjadi di sosial media facebook ini kerap dikaitkan dengan dampak negatifenya kehadiran sosial media facebook ini. Untuk itu tidak heran ada beberapa orang yang dengan sengaja menonaktifkan akun sosial media facebook miliknya. Dan dalam melakukan hal tersebut yakni menonaktifkan akun facebook, banyak yang tidak mengetahui cara dalam penonaktifan akun facebook miliknya sendiri, buat anda yang masih binggung untuk cara penonaktifkan facebook tersebut, maka informasi terkait cara menonaktifkan facebook yang akan di jelaskan dibawah ini dapat anda lakukan jika memang anda ingin menonaktifkan akun facebook anda Dibawah ini adalah langkah-langkahcara menonaktifkan facebook :
  1. Langkah pertama adalah seperti biasa yakni log in terlebih dahulu pada akun sosial media facebok anda.
  2. Setelah itu, anda pergi menuju pengaturan pada akun anda.
  3. Masuk kedalam form pengaturan, pilih Tab security, lalu pilihDeactive Your Account.
  4. Setelah itu akan masuk kesebuah form konfirmasi, lalu anda konfirmasi “This is Tempori i'll be back ” dan kilk confrim.
  5. Setelah itu, akan muncul kembali sebuah form konfirmasi, disana anda tinggal memasukan password akun facebook anda, lalu mengisi tantangan capcta.
  6. Dan akun facebook anda pun sudah di nonaktifkan, dan untuk mengaktifkan akun facebook anda kembali, anda hanya login seperti biasa pada sosial media tersebut, dan secara otomatis akun facebook anda pun akan kembali seperti keadaan semula.
Sebenarnya, terdapat 2 opsi pilihan dalam mengaktifkan akun facebook, yang pertama adalah penonaktifkan sementara akun facebook dan yang kedua adalah penonaktifkan akun facebook untuk permanent. Untuk langkah sebelumnya yang telah di jelaskan di atas, merupakan pengaktifkan akun facebook sementara, sedangkan cara untuk pengnonaktifkan akun facebook secara permanen untuk langkah-langkahnya sama, yang membedakan adalah dimana pada Tab security tadi anda harus memilih opsi I have another Facebook account, dengan begitu maka akun facebook anda akan terhapus secara permanen.
Follow me on Twitter! Follow me on Twitter!